Pria ini lahir tanggal 24 Mei 1965 di Bandung. dari seorang ayah bernama H.Yahya Hamzah (alm) dan ibu Hj.Nunung Nurtia (alm), kedua orang tua adalah asli dari Garut (ASGAR). Jabatan terakhir ayahnya adalah kepala sekolah SMAN 1 Garut. Alhamdulilah, dia dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang sangat harmonis dan agamis. Adiknya ada dua,dan dia adalah anak cikal, yang kedua laki-laki dan yang bungsu perempuan, jadi mereka 3 bersaudara saja.
Sejak kecil memang pria ini sangat suka dengan suasana alam,hutan,pedesaan dan gunung, berbeda sekali dengan adiknya yang suka dengan suasana kota. Hal inilah yang mendorongnya ikut gabung dalam organisasi-organisasi pecinta alam, ketika di SMA masuk kelompok PMR dan ketika masuk APT tahun 1984 dengan rekan-rekannya yang lain (Willi Onod,Dede Badak,Yusep Qwong,Abang Tjetjep,Neni,Wawan,dll) mendirikan pecinta alam bernama WANARA.Dan yang paling berkesan menurut pri ini ketika menyusuri pantai mulai dari Cidaun(Cianjur) tembus hingga pantai Rancabuaya (Garut) waah..pokonya seru banget….Selain aktif di kelompok pecinta alam, juga tergabung dalam paduan suara pimpinan Kang Agus Tania dan Kang Gugun Gunasyah. lulus dan diwisuda tahun 1990 yang saat itu masih bernama STPT.
Dia menikah dengan adik kelas angkatan ’86 pada tahun 1988 dan dikaruniai 3 orang anak.
Ketika lulus tahun 1990 ikut survey ke Bengkulu dengan para senior diantaranya Kang Gugun Gunasyah (angkatan 76 ?) dan tahun 1991 mendapat panggilan kerja dari P.T. Tatar Anyar Indonesia sebuah perusahaan perkebunan teh dan karet yang berlokasi di 3 kabupaten yaitu Cianjur,Garut dan Bandung.
Kebetulan ditempatkan di Kabupaten Bandung tepatnya di Pangalengan, Perkebunan Cukul sebagai Assisten kebun teh.
Ketika bulan Desember tepatnya tanggal 22 tahun 2004, dia dan keluarganya mengalami kecelakaan yang menyebabkan istri tercintanya meninggal dunia di lokasi. Saat itu mereka baru pulang dari Banjar Ciamis menghadiri walimatus saffar adiknya yang akan pergi ke mekah, dan pulang malam hari ke lokasi perkebunan, mungkin karena mengantuk mobil yang dikendarainya masuk ke jurang sedalam 20 meter.
7 bulan setelah kejadian kecelakaan tersebut dia disekolahkan ke India oleh perusahaannya untuk mempelajari Management Perkebunan selama 3 bulan lamanya.
Sebulan setelah pulang dari India menikah lagi dan diangkat menjadi Manager Perkebunan Teh Cukul. Setahun kemudian resign dari Perkebunan Cukul dan bergabung dengan P.T. Comexindo International hingga sekarang, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang agribisnis dan trading dan ditempatkan di Kalimantan Timur sebagai Manager Plasma Perkebunan Karet.
Motto hidupnya : “SELALU BERPRASANGKA BAIKLAH KEPADA ALLAH SWT,KARENA KITA TIDAK TAHU SAMASEKALI RENCANA ALLAH SWT UNTUK KITA”.
